eLBINAJATIM.COM - Pusat Kajian dan Penelitian Jawa Timur

Kilasan Info

PROFIL eLBINA

SERAT IDEALISTIK

Ungkapan Ki Hajar Dewantoro; setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah. Pendidikan tidak hanya berada di lembaga pendidikan atau ruang kelas saja. Pendidikan tidak semestinya dibatasi oleh bangku, papan tulis ataupun buku-buku yang sudah ditentukan secara kurikulum. Namun, pendididikan adalah pintu untuk melihat dunia yang tak terbatas dan luas serta mengglobal, borderless world. Dimanapun kita berada di situ pula dapat belajar dan mendapatkan pendidikan (dalam Islam konsep Iqra) dan pendidikan itu tidak ada batasan ruang dan waktu.

Bila pemahaman pendidikan tersebut dapat diserap oleh seluruh lapisan masyarakat, tentu masyarakat yang lemah secara ekonomi pun tidak akan merasa kecil hati dalam mengaktualisasikan kreatifitas dan pendidikannya pada realitas kehidupannya. Begitupun sebaliknya, orang yang pernah mengenyan pendidikan dalam ruang kelas tidak akan merasa sedih dan sakit hati ketika ia tidak dapat membuktikan kemampuan profesinya, atau susah dalam mengaktulisasikan kreatifitasnya pada kehidupan nyata.

Pendidikan tidak sekedar diisukan atau digiring pada kepentingan profesi, atau hanya jalan untuk memenuhi kebutuhannya secara ekonomi. Pendidikan adalah jalan kesaadaran akan diri manusia secara utuh dan sebagai makhluk sosial. Dengan ini, kita akan saling mengisi dan saling memberi, saling menghargai dan saling membahu sesuai kemampuan masing-masing. Dengan demikian, guru tidak lagi menjadi satu-satunya informasi dalam proses pembelajaran. Sebab, masing-masing diri akan menjadi guru pada yang lainnya.

Berdasarkan anggapan demikian, pendidikan tentu hadir sebagai jantung kehidupan, termasuk lahirnya sosial budaya di berbagai lapisan masyarakat. Sebagaimana dipahami, bahwa kebudayaan adalah hasil cipta karya dan karsa manusia yang mewujud menjadi sebuah fakta mental (mentifact), fakta sosial (sosiofact), dan wujud benda (artefact) yang tentu tidak terlepas dari kedewasaan pendidikannya. Beberapa fakta sejarah telah menunjukkan bahwa ada keterkaitan yang sangat kuat antara kedewasaan pendidikan dengan kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakatnya.

Pendidikan dan kebudayan seringkali terus mengalami pergeseran makna dan nilai secara eksploitatif melalui apa yang dinamakan kreasi dan kecerdasan tata laku dan otak manusia. Pendidikan dan kebudayaan seringkali dijadikan alat melegitimasi sebuah perilaku yang tidak pantas dan melangar aturan. Ironisnya, eksploitasi terhadap pendidikan dan budaya itu dilakukan oleh orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai pakar pendidikan dan pakar budaya itu sendiri.

Demi membenahi struktur nilai dan pematangan kultur masyarakat, kami akademisi muda dari berbagai latar pendidikan yang berbeda di Jawa Timur, bertekad mendirikan eLBINA; Pusat Kajian dan Penelitian Jawa Timur. Tekad pendirian ini diorientasikan kelak sebagai salah satu kontribusi penciptaan kesadaran makro dan kearifan berbudaya serta kedewasan berpikir kreatif. Kerja-kerja eLBINA akan lebih banyak meluruskan riak-riak hingga gelombang kependidikan dan sosial-budaya, khususnya di beberapa wilayah Jawa Timur. Salah satu contohnya, melakukan kajian-kajian khusus sampai menghasilkan rekomendasi atas terciptanya perda, pelatihan-pelatihan kependidikan bagi masyarakat pelaku maupun penggiat pendidikan, penelitian-penelitian tentang kependidikan sosial-budaya untuk mewujudkan kesadaran dan pikiran kreatif dalam meraih masa depan.

VISI eLBINA

Menciptakan Kesadaran Berpikir Kreatif, ilmiah, dan Tradisi Kearifan Berbudaya

MISI eLBINA

  • Mengawal, meluruskan dan membangun kesadaran kreatifitas berpikir dan tradisi kearifan (keadilan) berbudaya di Jawa Timur melalui kerja-kerja pendampingan dan penelitian intensif berbasis humanisme dan kependidikan.
  • Mentrasformasikan dan membumikan nilai-nilai kependidikan dan berbudaya santun, ramah, inklusif, kreatif, toleran dengan terobosan-terobosan diskursus-strategis dan pelatihan-praksis sebagai upaya ikut serta mencerdaskan bangsa.
  • Melakukan kajian-kajian intensif dan penelitian-pelelitian dengan berbagai pendekatan dalam dunia kependidikan dan sosial-budaya (kebudayaan) dalam kerangka pengembangan ilmu pengetahuan dan kedewasaan berpikir kreatif.
  • Melahirkan modul dan model kultur kedewasaan berpendidikan dan berbudaya yang terbuka, kreatif, toleran, integral, aspiratif, dan menjunjung tinggi semangat berbangsa dan humanisme.
  • Menciptakan media transformasi hasil karya intelektual dan akademisi untuk mengembangkan cakrawala berpikir dan ilmu pengetahuan berupa jurnal/majalah/buletin/buku dan lain sebagainya.

MOTTO eLBINA

"Berpikir Kreatif , Ilmiah, dan Arif Berbudaya"

GARIS BESAR PROGRAM eLBINA

Garis besar program eLBINA ialah melakukan kajian-kajian dan penelitian-penelitian serta studi intensif terhadap duania kependidikan dan fenomena kehidupan berbudaya khususnya di Jawa Timur, di samping beberapa program karitatif yang berhubungan dengan kependidikan dan kehidupan sosial masyarakat. Seluruh pelaksanaan dan hasil dari kegiatan-kegiatan tersebut akan disosialisasikan melalui media, baik cetak maupun elektronik, dan berbagai diskursus terbuka di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, untuk memperluas sayap dan jaringan, kerja-kerja eLBINA akan selalu ditebarkan melalui website.

STRATEGI PELAKSANAAN PROGRAM

Untuk melaksanakan program eLBINA akan mengembangkan beberapa strategi pelaksanaan di antaranya :

  • Mengembangkan beberapa model (modul) kajian dan penelitian baik yang bersifat konvensional, praktis, kontemporer maupun yang bersifat khusus.
  • Mematangkan dan mengembangkan publikasi hasil-hasil kajian dan penelitian ilmiah dalam bidang kependidikan dan sosial-budaya (kebudayaan) melalui seminar, pelatihan-pelatihan, lokakarya, diskusi, penerbitan jurnal/bulletin/majalah/buku dan pembuatan websit eLBINA.
  • Menjalin kemitraan strategis dengan beberapa orang (pakar), komunitas (lembaga) penelitian dan instansi terkait, LSM, organisasi masyarakat/mahasiswa baik tingkat lokal maupun nasional, dan instansi pemerintah.
  • Mengembangkan sayap gerakan melalui pembentukan kelompok-kelompok kerja penelitian di daerah-daerah seluruh Jawa Timur.
  • Menjalin kemitraan strategis dengan media massa di Jawa Timur.

STATUS DAN TEMPAT

eLBINA adalah pusat kajian dan penelitian Jawa Timur bersifat independen yang bertujuan untuk menganalisa dan menyikapi berbagai fenomena kependidikan dan kebudayaan (sosial-budaya). eLBINA berkedudukan di pusat kota Kabuppaten Sumenep Jawa Timur. Email : elbinajatim@gmail.com

 



Copyrigths ©2017 by www.elbina.com - Pusat Kajian dan Penelitian Jawa Timur