Siapa dan Apa Ajaran Ki Hadjar Dewantara?

Kilasan Info

PENELITIAN

Paluppi Annisa Auliani

Siapa dan Apa Ajaran Ki Hadjar Dewantara?

Administrator | Rabu, 07 Juni 2017 - 16:07:09 WIB | dibaca: 635 pembaca

Ilustrasi Ki Hajar Dewantara By Kompas

KOMPAS.com – Coba diingat-ingat benar, siapa itu Ki Hadjar Dewantara? Nama aslikah itu? Apa pula ajarannya sampai tanggal lahirnya ditetapkan menjadi hari besar nasional?

Tebakan paling baik, yang teringat dari nama ini mungkin kurang lebih hanya, "Umm... tokoh pendidikan nasional?"

Tak usah malu atau merasa dipermalukan kalau tak juga mendapatkan informasi tambahan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Banyak orang sekarang bisa jadi punya ingatan sama pendeknya soal nama ini.

Kalaupun ada tambahan informasi yang teringat, paling banter ya Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan setiap 2 Mei ini punya kaitan dengan Ki Hadjar Dewantara.

Soal ajarannya, barangkali hanya anak-anak generasi Orde Baru yang tumbuh besar dalam deretan slogan dan jargon yang masih ingat beberapa hapalan tentangnya.

"Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,"" tiga frasa yang dulu rutin jadi soal ulangan atau pertanyaan di ujian kecakapan Pramuka tentang ajarannya.

Terjemahan bebas dalam Bahasa Indonesia kurang lebih, "Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberikan dorongan."

Sederet slogan tersebut sampai kini resminya masih menjadi acuan bagi guru dalam mendidik para siswanya. Setidaknya, frasa “tut wuri handayani” masih setia terpajang sebagai bagian dari logo Kementerian Pendidikan Nasional.

Ki Hadjar Dewantara adalah nama alias untuk Raden Mas Soewardi Soerjaningrat sejak 1922. Lahir pada 1889, tanggal kelahirannya ditetapkan menjadi Hari Pendidikan Nasional, yaitu setiap 2 Mei.

Penelusuran Kompas.com mendapati penetapan Hari Pendidikan Nasional ini muncul di Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959 dan aturan lain sesudah itu yang merujuk kepada aturan tersebut.

Itu pun, “tentang”-nya adalah “Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur” bersama sejumlah hari peringatan lain.

Merujuk harian Kompas edisi 2 Mei 1968, penetapan tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemerintah atas jasa Ki Hadjar Dewantara yang telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional.

Penggunaan nama alias pada 1922 bertepatan dengan langkah Ki Hadjar Dewantara mendirikan sekolah Taman Siswa di Yogyakarta. Sejak itu, kiprahnya di dunia pendidikan terus berlanjut, sejalan dengan semangatnya melawan penjajahan.

 

 





Komentar Via Website : 39
Sobhana123
28 Februari 2018 - 18:17:40 WIB
hi there.. really nice information.. i was looking for this since a long time…really appreciate the amount of work which you have put into to it.. thanks for sharing.
http://www.certvalue.com/iso-14001-certificati on-in-qatar/
Obat Menopause Dini Di Apotik
06 Maret 2018 - 10:33:23 WIB
Obat Menopause Dini Di Apotik


http://goo.gl/Sa5wdG
Obat Luka Bakar Di Apotik Kimia Farma
09 Maret 2018 - 13:01:53 WIB
Obat Luka Bakar Di Apotik Kimia Farma


http://goo.gl/cFyhqa
Obat Tuba Falopi Tersumbat Di Apotik
10 Maret 2018 - 11:33:22 WIB
Obat Tuba Falopi Tersumbat Di Apotik


http://goo.gl/Dhe6P6
Obat Prostat Di Apotik Kimia Farma
12 Maret 2018 - 11:59:12 WIB
Obat Prostat Di Apotik Kimia Farma


http://goo.gl/Fh16k5
Obat Infeksi Saluran Kencing Di Apotik
13 Maret 2018 - 11:40:19 WIB
Obat Infeksi Saluran Kencing Di Apotik


http://goo.gl/t6b9Xi
Obat Salep Scabies Di Apotik Kimia Farma
21 Maret 2018 - 11:19:50 WIB
Obat Salep Scabies Di Apotik Kimia Farma


http://goo.gl/q7B42V
Obat Eksim Basah Di Apotik Kimia Farma
22 Maret 2018 - 11:50:39 WIB
Obat Eksim Basah Di Apotik Kimia Farma


http://goo.gl/FYrteG
Awal Kembali...234 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)


Copyrigths ©2017 by www.elbina.com - Pusat Kajian dan Penelitian Jawa Timur